10 Persamaan dan 5 Perbedaan SBY dan Putin


Apa beda  tegas dan kejam? Hampir mirip memang, tapi tetap saja ada bedanya. Hanya saja, karena tipisnya perbedaan tersebut, orang jadi sering memiliki persepsi yang berbeda-beda. Ambil contoh paling gress mengenai krisis di Ukraina. Bagi sebagian orang Ukraina pro-barat, Vladimir Putin adalah sosok yang kejam dan brutal. Ia agresor sejati dan tukang bikin onar. Tapi bagi rakyat Krimea keturunan Rusia, Putin adalah pemimpin yang tegas dan berwibawa. Keberaniannya mengirim pasukan melewati garis perbatasan Rusia-Ukraina adalah perwujudan keberanian dan ketegasannya dalam melindungi rakyatnya, walau itu harus melanggar hukum internasional.

Nah, lantas jika dikembalikan ke dalam dimensi kehidupan dalam negeri, bagaimanakah dengan pemimpin kita? Bagaimana perbandingan antara presiden kita dan Putin, presiden negeri beruang merah itu? Mari kita mulai menganalisa kedua pemimpin itu, dimulai dari persamaannya. Dan inilah sepuluh persamaan Vladimir Putin dan Susilo Bambang Yudhoyono.

1. Sama-sama memimpin negeri yang plural.

Garuda Pancasila

Bhineka Tunggal Ika

Sudah menjadi fakta kalau Indonesia merupakan negeri muslim terbesar di dunia. Walau begitu, tidak berarti bahwa semua penduduk indonesia menganut agama Islam. Ada banyak kelompok minoritas yang ternyata menjadi mayoritas di beberapa wilayah. Sebagai contoh, Hindu secara nasional memang merupakan agama minoritas, tapi di Bali jumlah penganut agama Sanata Dharma ini tidak tertandingi jumlahnya! Begitu pula dengan Khatolik atau Kristen.

simbol negara rusia

simbol negara rusia

Ternyata hal yang sama juga dialami oleh Rusia. Setelah atheisme, Ortodox Timur merupakan agama mayoritas orang Rusia. Tapi di Kaukakus, Ingusetha, Chechnya dan daerah-daerah lain, Muslim menjadi sangat mayoritas. Jelas keadaan membuat kebijakan kedua pemimpin itu untuk harus bersikap adil. Baik kepada mayoritas, ataupun minoritas.

 2. Sama-sama berasal dari kalangan militer.

Angakatan Darat, coy!

Angakatan Darat, coy!

Yang satu merupakan salah satu mantan pentolan angkatan darat, yang satu adalah adalah agen intelejen lapangan.

Putin pake seragam pelaut

Putin pake seragam pelaut

Ya, Putin merupakan sosok yang sering dianggap hantu. Sepak terjangnya di KGB memang menjadi tonggak awal bagi karirnya sebagai pemuncak Kremlin. Lantas, bagaimana latar belakang militer ini mempengaruhi keduanya? Lihat saja nanti.

 3. Sama-sama menjabat lebih dari satu kali periode.

SBY berhasil duduk di singasana presiden setelah memenangi dua pemilu presiden. Putin lebih dari itu. Sejak 1999, dia sudah bercokol sebagai pemimpin Rusia. Dimulai dari pejabat sementara presiden, Presiden dan Perdana Menteri, dan kini kembali duduk menjadi presiden. Dia dianggap cerdas ketika justru memasang Dmitry Medvedeev sebagai presiden dan dia sebagai Perdana Menteri, karena undang-undang Republik Federasi Rusia memang tidak memperbolehkan seseorang menjabat lebih dari dua kali secara berturut-turut. Apakah ia akan melakukannya lagi nanti? Hanya Putin yang tahu.

4. Sama-sama pernah mengalami gelombang protes.

demo bbm apa demo anti SBY?

demo bbm apa demo anti SBY?

SBY setidaknya pernah dua kali dihantam protes berskala besar, yakni ketika kenaikan harga BBM tahun lalu. Tentara turun tangan dan protespun selesai. Hal yang sama juga dialami Putin, yakni ketika partainya baru saja menang pemilu.

5. Sama-sama menghadapi opisisi yang vokal.

oposisi=penjara

oposisi=penjara

Kalau SBY jangan ditanya. Tapi Putin jauh lebih berat, karena dia harus berhadapan dengan tidak hanya para pemimpin partai oposan, tapi juga para pengusaha super kaya. Hasilnya? Para pengusaha itu dijebloskan ke penjara. Politik memang kejam, bos.

6. Sama-sama menghadapi kelompok teroris.

personel coboy junior

personel coboy junior

Di Indonesia, SBY dipusingkan dengan sepak terjang kelompok-kelompok muslim radikal bersenjata. Hal yang

umarov

FPInya Rusia

sama persis juga dihadapi oleh Putin. Republik Chechnya, Ingushetia dan Tartarstan ingin bercerai dari Rusia. Tentarapun dikirim kesana.

7. Sama-sama memimpin negara dengan wilayah yang luas.

Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke, sedang Rusia berdiri kokoh dari Ural sampai St. Ptersburg. Dua Negara yang sama-sama memiliki luas wilayah yang besar dan raksasa.

Bandingin ma punya kita boy!

dari Asia sampai Eropa
dari Asia sampai Eropa

8. Sama-sama menjadi ikon Partai.

Satu ikon Partai Demokrat, satu simbol Partai Rusia Bersatu. Dua partai ini kabarnya akan menemui ajal, jika tidak mendompleng popularitas kedua pemimpin itu.

9. Sama-sama diduga terlibat pelanggaran HAM.

SBY dipercaya secara sah dan meyakinkan oleh beberapa tokoh sebagai salah satu aktor intelektual dan pemimpin lapangan pada saat tragedi kelabu 27 Juli 1996. Putin dianggap sebagai penjagal pers, demokrasi dan dictator bagi  warga minoritas. Tapi sampai saat ini, keduanya tetap tidak tergoyahkan.

10. Sama-sama bermasalah dengan negara-negara tetangga.

Hampir tiap tahun Indonesia mengalami pasang surut hubungan dengan Malaysia, Singapura atau Australia. Sedang  Rusia? Baru tahun 2008 lalu berperang melawan Georgia, kini sudah siap melumat Ukraina.

Itu dia persamaan keduannya. Nah ini dia baru perbedaannya.  Tidak perlu banyak-banyak, akan disajikan lima perbedaan mendasar dari keduanya. Silahkan mengamati (dan membenarkan).

1. Yang satu cinta damai, yang satu hobi perang.

peace, man!

peace, man!

Ketika Malaysia dan Arab Saudi menggantung dan memotong kepala WNI yang bekerja di sana, SBY lebih menekankan upaya diplomatis. Walaupun banyak gagalnya daripada suksesnya.

Rusia? Warga Rusia di Ossetia Selatan belum disentuh, Georgia sudah diremuk-redamkan selama lima hari. Terbaru, Krimea langsung dianeksasi begitu Moskow melihat gelagat kurang bersahabat dari Kiev. Padahal belum satu tindakan pelanggaranpun yang dialami oleh warga keturunan Rusia di sana.

macam-macam lawan kami!

macam-macam lawan kami!

pasukan tanpa identitas

 

 

 

 

 

 

2. Yang satu suka menjalin hubungan sama barat, yang satu…ehm..

Padahal sama-sama butuh Negara barat juga sih, tapi Rusia kelihatannya lebih dibutuhkan. Buktinya, Uni Eropa hanya bias melonggo lihat prajurit Rusia lalu-lalang di negeri orang. Isunya, seluruh Eropa ketakutan jika Rusia menghentikan pasokan gas dan minyak ke barat. Indonesia? Tiap tahun pasti minta pencairan dana hibah.

3. Yang satu memimpin negara kesatuan, yang satu memerintah sebuah federasi.

Indonesia merupakan negara kesatuan, tapi anehnya, ada provinsi yang punya partai sendiri, punya hukum syariah dan bahkan di Banten, gubernur beserta bawahannya seperti ratu jaman feodal. Di Rusia? Walaupun terbagi dalam belasan republik dan konstitusi membolehkan tiap Republik memiliki konstitusi lokal, tapi nyatanya, siapa memancing amarah Moskow, bakal tahu akibatnya. Tegas atau kejam?

4. Yang satu tidak suka mengundang investasi asing, yang satu suka investasi ke luar negeri.

Contoh nyata, pengelolaan minyak di Indonesia mulai dari penguasaan tambang hingga pengolahan lebih banyak didominasi perusahaan asing. Kalau Rusia, ada negeri tetangga tidak mau jadi pelanggan GazProm, besok ibukotanya diserbu rudal. Ngeri!

5. Yang satu hobi main judo, yang satu suka online.

mana Obama? pengen gua banting tu anak Menteng

mana Obama? pengen gua banting tu anak Menteng

Ya itu dia perbedaan keduannya, Susilo Bambang Yudhoyono dan Vladimir Vladimirovich Putin. Memang dunia ini tidak ada yang sama. Tetapi mungkin dengan melihat persamaan dan perbedaan ini, kita bisa menjadi makin bangga dengan presiden kita. Atau malah bersedih? Terserahlah, hahaha

gue Ultah lho! xixixi

gue Ultah lho! xixixi

Iklan

Ukraina, Di tengah Kepungan Barat Dan Rusia


krisis-ukraina-330x200

 

Amerika Serikat dan sekutunya kembali menunjukkan sikap imperialismenya. Dengan iming-iming bantuan berupa pinjaman yang sangat besar, mereka menumbangkan pemerintahan sah Ukraina pimpinan Viktor Yanukovych dan menggantinya dengan rezim boneka. Demonstrasi yang berujung pada tindakan makar telah membuat negeri di tepi Laut Hitam itu kolaps, dan kini berada dalam cengkeraman perang saudara.

Viktor Yanukovych memang salah satu dari sedikit pemimpin Ukraina masa kini yang dengan langkah berani, mengambil jarak dengan Uni Eropa, walau diimingi-imingi kredit lunak. Baginya, kedaulatan bangsa Ukraina jauh di atas tumpukan uang dolar yang sebenarnya dapat menjadi jerat di kemudian hari.

Viktor juga adalah pemimpin kharismatik Ukraina. Dengan dukungan penuh Partai Wilayah, partainya, ia melenggang menjadi pemimpin negeri Ukraina. Tapi, dengan menggerakkan para bandit yang menyaru sebagai tokoh oposisi, intelejen Amerika Serikat dan Eropa Barat berhasil menggerakkan massa untuk melakukan kudeta berdarah atas pemerintahan yang sah.

Kini, Kiev telah jatuh. Ukraina pun tinggal menunggu hari untuk semakin larut dalam arus hegemoni Uni Eropa. Mirip seperti Indonesia ketika Suharto muncul menggeser kekuatan Bung Karno, Amerika Serikat dan Barat menjanjikan bantuan finansial akan mengalir deras. Tentu itu semua tidak gratis. Ada harga yang jauh lebih mahal yang harus dibayar oleh rakyat Ukraina kelak. Dan Viktor tahu itu. Untuk itulah dia menolak menyerah.

Krimea jatuh

Situ berita berbasis di Jerman memberitakan, para simpatisan dan “gerombolan bersenjata” pro-Viktor Yanukovich telah merebut Republik Krimea, sebuah wilayah otonom Ukraina. Penegakan ketertiban atas nama pemerintahan Ukraina yang sah terjadi.

Sekitar 50 tentara tanpa identitas, yang diduga dari kelompok patriotik Ukraina, berhasil menduduki beberapa tempat penting di Krimea. Republik Kriema merupakan basis dari pendukung Pro-Kremlin. Pendudukan itu berlangsung damai, jauh dari pertumpahan darah. Kelompok militer itu kemudian mengibarkan bendera Rusia. Parlemen setempat pun berencana untuk menggelar referendum, untuk menentukan nasib Republik dengan mayoritas warga keturunan Rusia tersebut.

Viktor Yanukovych paham benar, bahwa barat tidak memperdulikan nasib bangsa Ukraina. Mereka lebih peduli pada uang dan kekayaan negaranya. Untuk itu, pemimpin Partai Wilayah ini berniat akan terus bertarung untuk membebaskan negaranya dan mengusir para bandit bayaran Uni Eropa.

1948233_537353233030726_2137711044_n

Rusia dan perebutan kepentingan

Tidak dipungkiri, Rusia juga memainkan peranan penting. Negeri beruang merah tentu akan merasa harga dirinya diusik jika Ukraina jadi bergabung dengan Uni Eropa. Terlihat sekali bagaimana politik regional bermain disini. Sebagai “kakak”, Rusiapun juga merasa bertanggung-jawab atas nasib jutaan bangsa Ukraina pro-Kremlin.

Kini, dengan invasi terselubung Rusia, maka pijar-pijar kecil perang telah menyala. Opisisi dan militer Ukraina mungkin sangat terkejut, karena nyatanya Rusia tidak peduli pada ancaman Barat. Mungkin kini mereka justru ragu, apakah Barat berani membela mereka jika memang harus terpaksa bertempur dengan Rusia. Selain itu, di berbagai wilayah, rakyat pro-Moskow juga sudah mulai bergerak.

Akankah Ukraina terbelah? Atau berhasilkah Viktor Yanukovych, yang kini berada di Rusia, merebut kembali Kiev? Mungkinkah barat berani menalakukan aksi militer, jika Rusia lebih dahulu menginvasi tetangganya itu? Hanya waktu yang bias menjawab.

Alasan Mengapa Kecoa Tidak Boleh Diremehkan


Kecoa? Iyuh..jijong boy!!! Hewan satu ini memang sering dianggap sebagai makhluk yang hina, nista dan berderajat rendah (kasian amat, rendah mana sih sama koruptor). Tidak hanya mbak-mbak kece atau tante-tante berparas rupawan yang akan mejerit histeris bila berpapasan dengan serangga satu ini, ada juga kaum adam yang ternyata juga akan bereaksi sedikit lebay bila berjumpa dengannya.

Udah terima aja takdirmu, dasar coro

Udah terima aja takdirmu, dasar coro

Memang kecoa dianggap sebagai hewan kotor yang membawa berbagai  penyakit. Hal itu tidaklah berlebihan, karena hewan ini memang lebih sering dijumpai di tempat-tempat kumuh nan jorok seperti jamban, got, tumpukan sampah atau wastafel. Karena sering bergulat dengan tempat-tempat kumuh yang kaya akan kandungan bakteri jahat plus penyakit seperti itu, jangan heran jika kecoa juga kemudian memiliki hubungan harmonis dengan beberapa penyakit seperti sebut saja tipus, taksoplasma hingga penyakit super berbahaya macam SARS.

Walau begitu, ternyata ada banyak fakta unik tentang hewan yang juga berkerabat dengan kupu-kupu ini, walau dengan versi yang lebih jelek (kayak beauty and the beast gitu lah). Berikut adalah beberapa fakta unik yang mungkin akan membuat kamu-kamu semua menganga dan berubah pikiran tenang kecoa:

Masih bisa hidup walau tanpa kepala selama sembilan hari

susah mati

susah mati

Keren khan? Vampire saja pasti iri dengan skill kecoa yang satu ini. Mengapa kecoa masih dapat hidup walau tanpa kepala selama kurang lebih sembilan hari? Hal ini karena, otak dari kecoa bukan berada di kepala, tetapi di perut. Jadi kalau ketemu kecoa yang gobloknya bukan main dan ditanya, “otak kamu di mana”, lalu dia jawab “di perut bu”, itu bukan sebuah joke ya, hahaha. Selain itu, kecoa juga ga punya hidung. Mereka bernafas menggunakan trakea, persis seperti kebanyakan (atau semua) serangga di planet ini. Nah trakea itu adanya juga di badan mereka, bukan di kepala. Satu-satunya kenapa kecoa mati setelah dipenggal kepalanya (sembilan hari kemudian), itu karena dia tidak bisa makan. Coba kalau kecoa ternyata juga makan pake perut, mungkin hewan satu ini akan menggeser peran singa sebagai the king of the animal.

rajanya kecap, eh salah, rajanya coro

rajanya kecap, eh salah, rajanya coro

Tukang kentut

Kecoa juga memegang rekor sebagai hewan dengan frekuensi buang gas yang paling sering. Bayangkan, walau makannya sediki dan besar tubuhnya juga sebelas dua belas sama upil gajah (gajah bisa punya upil ya?), satu ekor kecoa rata-rata kentut setiap 15 menit sekali. Sungguh amazing!

lebih dasyat dari ini

lebih dasyat dari ini

Bisa jadi pesaing Usain Bolt

Andaikan kecoa boleh ikut kejuaran lari Olimpiade, pasti mereka akan menjadi saingan kuat dari Usain Bolt, manusia tercepat di dunia. Mengapa, walau imut, kecoa mampu melesat dengan kecepatan nyaris 2 mil perjam.

Sangat subur

Ini juga termasuk kelebihan kecoa. Mereka sangat subur boy! Seekor kecoa betina mampu menghasilkan 300an kecoa baru hanya dalam kurun waktu 6 bulan. Mungkin sang diktator Suharto perlu menyadarkan para kecoa ini untuk ber-KB.

Musuh besar Kim Jong Un

Korea Utara? siapa takut

Korea Utara? siapa takut

Jika penguasa Korea Utara, Kim Jong Un boleh bangga karena bangsanya mampu mengembangkan nuklir, tetapi bangsa kecoa juga bangga karena ras mereka adalah ras yang paling tahan terkena radiasi nuklir. Menurut lansiran dari Australian Broadcasting Channel, kecoa memiliki daya serap radiasi nuklir yang luar biasa yang membuat mereka tidak mati meski di bom oleh Iran, Korut ataupun Rusia.

Hebat bukan. Ternyata makhluk jijik, jorok dan nista itu memiliki serangkaian kelebihan yang sangat mencenangkan. Tetapi jangan kuatir. Tidak perlu kita mengunakan nuke atau menceraiberaikan perut kecoa untuk membunuhnya. Cukup ambil sandal jepit, lalu dekati diam-diam, dan plok….lalu dimakan. Hahaha. Itulah fakta unik tenang kecoa alias coro. Saksikan fakta unik selanjutnya hanya di Ouchzine, majalah onlinenya anak muda Indonesia.