PACAR YANG DIKTATOR


Tante Vica

Tante Vica

Halo pembaca yang baik hati, nama saya Vica dan di rubrik penuh cinta ini, saya akan mencoba memecahkan berbagai permasalahan cinta yang mungkin sedang kalian alami. Sebelumnya saya beritahukan, jikalau  kalian memiliki permasalahan cinta, entah itu di dalam biduk rumah tangga, hubungan dalam berpacaran atau karena hampir mati bosan akibat penyakit jomblo menahun, jangan ragu, inbox saja ke akun FB Vica (Vica Rusmanovska), lalu  bersama Ouchziner lainnya, akan kita cari jalan keluarnya.

Nah untuk edisi Konsultasi Cinta Kamu yang pertama ini, Vica akan membahas sebuah permasalahan pelik dari Mr. 01. Begini ceritanya:

“Dear Tante  Vica Rusmanovska, saya Mr. 01 dari sebuah tempat nun jauh di sana (red-beneran kayak gini dia inboxnya). Saya punya pacar cewek (ya iyalah J ) yang diktator banget. Apa-apa, mesti harus persetujuan dia. Kalau saya salah sedikit, dia pasti marahnya bukan main. Pake acara ngancam mau putus lagi. Pernah saya lupa jemput dia, dia udah langsung ke kantor saya sambil memuntahkan amarahnya secara meluap-luap di depan teman-teman saya. Terus saya mesti gimana? Saya cinta banget sama dia. Bantu saja ya Tante. Makasih Ouchzine bila dimuat”.

Oh Mr. 01, sungguh malang nian nasibmu nak, sudah punya pacar pemarah, suka ngatur lagi. Tapi ada satu kata di sini yang menarik perhatian saya, yaitu diktator. Jangan-jangan anda pacaran sama Hitler ya?

Diktator beneran

Diktator beneran

Soalnya dia ngeri banget kalau pacaran, ni buktinya

Bukti Kekejaman Hitler

Bukti Kekejaman Hitler

Atau Kim Jong Un yang hobi main bom nuklir?

Macam-macam ane nuklir

Macam-macam ane nuklir

Wuah kalau begitu anda tidak punya masa depan lagi dan lebih baik anda mengakhiri ini semua. Hahaha, becanda kok. Karena anda bukan berpacaran dengan Hitler yang berkumis atau Kim Jong Un yang gemar mengancam pakai bom nuklir, anda masih bisa tertolong.

Caranya mudah kok, bahkan sudah anda jelaskan dalam surat anda. Hayo apa hayo? Iya benar C-i-n-t-a. Anda masih cinta dengan pasangan anda kan, Mister? Nah anda coba ngomong baik-baik, kalau anda betul-betul cinta sama dia. Tetapi mengingat pacar anda itu diktator yang mungkin tidak segan-segan mengeksekusi anda kalau mood-nya tidak baik, maka satu yang harus anda ingat, carilah momen yang tepat.

Untuk membicarakan suatu masalah dengan pasangan, apalagi jika kasusnya seperti ini, maka anda harus benar-benar mencari momen yang tepat. Jangan anda membicarakan tentang kediktatorannya tersebut ketika dia sedang PMS atau mungkin habis dimarahi habis-habisan oleh bosnya. Bisa-bisa anda jadi korban pelampiasan emosi jiwanya. Coba cari momen dimana mood-nya sedang baik.

Setelah mendapat momen yang tepat, atur nada bicara anda dan persiapkan semua kata-kata anda. Pokoknya membicarakan sebuah masalah penting seperti ini intinya kuasai dulu mood-nya, bisa dengan mengajaknya dinner di sebuah hotel berbintang sepuluh, menyogoknya dengan berlian sebesar traktor atau apalah, anda laki-laki pasti lebih jago, khan?

Kemudian, utarakan apa yang anda rasakan selama ini. Katakan bahwa anda merasa sangat tidak nyaman bila dia terus berlagak seperti seorang ratu yang kekuasaannya absolut, suka mengatur sampai sedatail-detailnya atau suka marah-marah karena hal-hal kecil. Ingatkan dia bagaimana perjuangan anda menahan semua kekesalan dan kedongkolan dalam diri anda dan katakan kalau itu semata-mata karena begitu besar cinta anda. Buat dia berpikir bahwa mungkin anda laki-laki terakhir  di muka bumi ini yang masih mau dia jajah dengan sukarela.

Nah kalau dia sudah sadar, arahkan pembicaran ke bagaimana perasaan dan keinginan anda agar dia bisa berubah. Semua memang butuh waktu kok, karena selain pop mie goreng yang di iklannya ada  Raditya Dika,  ga ada yang instan dan hasilnya enak. Bisa khan mas mister?

Itu dia saran dari saya, apakah ada saran lain? Silahkan dikomen ya, jangan malu-malu sama saya, masih pada pakai celana khan?

Penulis :

Vica Rusmanovska

Tante Vica

Tante Vica

Editor :

Tim Redaksi Ouchzine

 

Iklan