Siapa Calon Presiden Favoritmu?


AYO IKUTI POLLING OUCHZINE

AYO IKUTI POLLING OUCHZINE

Hai Ouchziner, bagaimana kabar kalian semua? Semoga selalu baik dan sehat selalu. Kabar gembira! Menyambut Pemilihan Umum 2014,  kali ini Ouchzine, majalah online favorit kamu-kamu akan mengadakan sebuah polling yang super penting. Kenapa? Karena ini akan mempengaruhi nasib negeri ini, hahahahaha (tertawa ala Plankton).

Kali ini, Ouchzine akan mengadakan Polling mengenai Calon Presiden favorit kamu! Hebatnya, Ouchzine sangat menjunjung semangat demokrasi, sehingga kami memberi kesempatan kepada siapapun untuk mencalonkan siapapun! Tidak perlu orang-orang yang selalu membuat kamu bosan dengan kampanyenya di televisi atau radio (atau spanduk di warung sate), kamu bisa mencalonkan siapa saja! Keren khan?

Lalu bagaimana cara kamu berpartisipasi? Cukup komen posting ini dengan format

#nama calon presiden kamu

#alasan kamu

Contoh ya…

#Arya Wiguna

#karena energik, tegas dan berani menembak cewek berkali-kali walau juga ditolak berkalil-kali

Mudah kan?

Ayo langsung ikuti polling super penting ini dan jadilah warga negara yang baik!

Sebagai bonus, kami beri potongan lirik lagu wajib untuk pemilu ya (hayooo sapa masih ingat?

*song: Pemilihan umum telah menipu kita seluruh dipaksa gembira,

——eh soir boy, salah! ini yang bener——

*song : Pemilihan umum telah memanggil kita, seluruh rakyat menyambut gembi…..bla bla bla bla…

Okey deh, capcuz yuk cin komen,

salam ouchziner

Gambar

SALAHKAH AKU BILA MENCINTAI MAMAHMU?


Dear diarry, gue lagi galau nih.

Hari ini hari Senin. Eh salah, hari ini hari Selasa dan seperti biasa gue maen basket di lapangan deket masjid. Biasanya jam segitu udah pada rame anak-anak, tapi ini sebijipun kaga ada. Akhirnya daripada gue balik dan disuruh nyokap cuci piring atau kasih makan Clara, anjing herder gue, gue nekat maen basket sendiri. Lumayan sih, udah cukup nggos-nggosan setelah mendribel bola selama tujuh menit. Keringat yang bercucuran membuat kaus singlet putih gue basah. Dengan keadaan berbasah-basah ini, gue ngadem di bawah pohon mangga sambil ngebayangin bisa dibelai-belai sama Sissy Prisscila atau dipijitin sama seluruh personel JKT48.

Karena keringat terus bercucuran dari dahi gue dan kaos gue makin banyak, akhirnya dengan pede gue lepas tuh kaos lalu tiduran di bawah pohon mangga dengan bertelanjang dada. Angin sore yang sepoi-sepoi membuat gue nyaris ketiduran. Hampir aja gue tidur beneran ketika tiba-tiba gue dengan sebuah jeritan histeris. Gue langsung terhenyak.

Ternyata jeritan itu bersumber dari seorang wanita nan cantik yang sedang terjatuh dari sepeda gunungnya. Setelah menyakinkan diri kalau itu benar-benar wanita, gue langsung berniat menolong. Gue samperin dia dan mencoba membantunya berdiri.  Ternyata dia jatuh karena mencoba menghindari ayam yang akan menyeberang. Sungguh mulia. Gue berniat membopongnya dan mengajaknya duduk berdua di bangku taman, tetapi wanita itu menolak. Dengan tatapan yang sayu khas Kristen Dunst, dia berterima kasih sama gue.

Walaupun kejadian itu tidak lebih dari dua menit, tetapi ada semacam sengatan listrik yang hanya bisa terjadi kalau gue lagi jatuh cinta. Dan gue semakin yakin kalau gue bener-bener jatuh cinta. Wajahnya yang lembut, rambutnya yang panjang terutai serta tatapannya yang menusuk relung hati, membuat gue hanyut dalam buaian asmara. Walau gue tau dia lebih tua dari gue, tapi hey, bukankah cinta tidak memandang usia? Kisah cinta sejati seperti roman asmara Syeh Puji atau skandal cinta Lutfi Hasan sang presiden PKS sudah membuktikan bahwa usia tidak menjadi masalah. Walau dalam versi gue, si cewek yang tampak lebih dewasa.

Begitu dia pergi berlalu dari gue, tetap tatapan mata ini tak bisa lepas darinya. Goyangan pantat terakhir di atas sadel sepeda itu menjadi momen perpisahan antara gue dengan dirinya.

Satu jam sudah berlalu sejak perjumpaan gue dengan bidadari misterius tersebut. Begitu gue sampai rumah, ternyata ada Jordan, sohib kuliah gue. Jordan ini, walaupun statusnya mahasiswa tapi lebih suka dipanggil preman pasar. Ototnya yang mirip seperti kabel telpon serta tatonya yang ada du seluruh punggungnya membuat gue nyaman kalo harus naik bus dan lupa ga bawa dompet.

“Sial, Jay, lu harus ikut gue!”

“Hey, ada apa boy?”

“Ada yang berani nantangin gue soalnya. Lu harus bantu gue cari orangnya!”

“Ha? Nantang elu? Mungkin orang gila kali. Udah ga usah dipikirin”

“Yee, sebenarnya dia ga nantang gue. Dia godain emak gue. Berarti kan sama kayak nantang gue!”

“Apa, godain emak lu? Emang siapa orangnya. Harus dibuat jadi rujak itu orang. Udah ayo kia hajar aja!”

“Good, lu emang temen baik gua”

Gua heran, orang gila mana sih yang berani cari perkara sama si Jordan? Ga tau apa, preman kampung sebelah aja belum keluar dari ICU setelah diberi bogem ma dia gara-gara lewat rumahnya pake ngebut. Ini malah godain emaknya Jordan.

“Emang orang mana boy?”

“Ga tau gua, tapi kata emak gua, dia orang sini, soalnya maen basket di lapangan deket masjid. Mana dia godain emak gue pake acara pamer dada ma perut lagi?”

“Wah kurang ajar tu orang. Eh tapi tadi gue dari sana deh keliatannya. Mang kejadiannya kapan?”

“Barusan, sekitar sejam yang lalu, makanya gua kesini. Lu kan orang sini, sapa tau aja lu kenal. Oke brada, kita kesana sekarang?”

“Okey, eh bentar, mang emak lu kayak apa sih?”

“Ya kayak emak-emak lah. Tadi lagi maen sepedaan, trus karena oleng, dia jatuh. Eh datang kutukupret itu. Kata emak gue, dia ga cuma pelototin emak gue aja, tapi pake acara ga pake baju segala and mau pegang-pegang emak gue gitu. Pokoknya kita harus hajar dia!”

“Eh…..ehm….ehmmm……gitu ya… aduh ni kenapa ni, aduh kepala gue pusing, aduh migrain gue!”

“Napa lu?”

“Ga tau nih, kayaknya gue sakit banget deh. Aduh pusing nih”

“Yaelah, ya udah, lu tidur aja”

“Ga apa-apa kan sob?”

“Ya ga papa lah. ntar lok dah ketemu orangnya, gua ceritain ya..”

“Okey. Eh btw, kata mamah gue, kita harus saling memaafkan lo. Ya udah deh, selamat apa aja ya, gua ke kamar dulu, mau hibernasi. Bangunin gua kalo dah tahun baru ya?”

Jordan, aku tahu kamu emang sahabatku, tapi aku ga mau menyakitin kamu. Okelah, demi kamu aku akan melupakan emakmu.

(galau….)