Mengenal Jenis-Jenis Kamera (Bagian-1)


Photograph Coach Clinic

Dewasa ini, fotografi telah berkembang dengan sangat pesat. Jika dahulu kegiatan yang melibatkan potret-memotret ini cenderung dianggap sebagai sebuah kegiatan kaum berduit, maka sekarang semua orang bisa dengan mudah melakukannya. Hal ini tidak lain adalah karena semakin terjangkaunya harga kamera. Harga kamera yang terjangkau ternyata juga dibarengi oleh peningkatan kualitas serta variasi yang beragam.

Untuk edisi pertama dari PCC atau Photograph Coach Clinic ini, kita akan membahas mengenai barbagai jenis kamera yang ada di pasaran. Apa manfaat dari itu semua? Selain untuk menambah wawasan, mengetahui jenis dan spesifikasi kamera sangat penting, untuk menentukan kamera jenis mana yang sebaiknya anda beli.

Tapi sebelum itu, ada baiknya kita membahas mengenai orientasi dari kegiatan mengambil gambar yang ada di tengah masyarakat. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada uraian berikut:

Fotografi sebagai kegiatan komersil

Kegiatan fotografi jenis ini jelas berorientasi pada fee atau uang. Jangan salah, selain menyenangkan dan membuat anda tampak lebih trendy, foto hasil karya anda juga dapat menambah pundi-pundi uang saku anda. Di edisi lain, akan kita bahas foto seperti apa, situs mana serta bisnis fotografi apa yang mungkin bisa digeluti untuk menambah rupiah (atau bahkan dolar).

Fotografi sebagai hobi sampingan

Sudah hobi, sampingan pula. Maksudnya, kegiatan ini hanya untuk refreshing, alias membunuh jenuh. Banyak sekali anak muda yang menenteng Canon IOS atau Nikon keluaran terbaru tetapi lebih sering dikalungkan di leher daripada digunakan sesuai kodratnya, mengambil gambar. Ini tidaklah salah, justru dengan orientasi yang iseng-iseng berhadiah seperti ini, nantinya dunia fotografi akan berkembang. Mungkin bisa ditanyakan kepada tante Vica Rusmanovska di rubrik KCK, apakah jenis kamera juga mempengaruhi daya tarik seksual. Tapi saya rasa tidak terlalu.

Fotografi sebagai pelampiasan hasrat seni

Jikalau sudah berbicara masalah seni, maka akan sedikit kompleks. Ada yang rela menjelajah hutan Afrika, menyelam di kedalaman laut Pasifik, menelusuri Kutub Selatan atau mendaki puncak Bromo demi mendapat gambar yang bisa memuaskan dahaga dalam jiwanya. Lantas kemana gambarnya berlabuh? Mungkin ada yang mengirimnya ke forum fotografi, adapula yang menjualnya ke majalah, tetapi tidak sedikit yang hanya menyimpannya sendiri. Untuk alasan yang terakhir, maka orientasinya bisa digolongkan sebagai pelampiasan hasrat seni.

Nah itu tadi orientasi fotografi yang sudah kita bahas. Tentu penggolongan seperti di atas bukanlah sesuatu hal yang baku, melainkan lebih kepada upaya untuk memudahkan kita dalam mengenali orientasi para pengambil gambar.

Selanjutnya akan kita bahas mengenai jenis-jenis kamera yang ada di pasaran. Ada banyak sekali jenis kamera yang beredar dan membahasnya dalam satu artikel akan berpotensi membuat kita pening tanpa kita mendapat sesuatu yang bermanfaat.

Dilihat dari cara pengambilan gambar, kamera terbagi dalam tiga  golongan, yakni Analaog, polaroid  dan digital. Untuk itu, kali ini hanya akan dibahas kamera analog saja. Untuk kamera digital dan polaroid,  silahkan mengikuti rubrik ini selanjutnya, sambil memilihnya sebagai rubrik kesayangan anda di majalah online OUCHZINE, agar rubrik ini masih dianggap bermanfaat dan tidak di-remove oleh bapak Pemimpin redaksi (semoga Ja). Oke, langsung saja, pertama akan kita bahas jenis kamera analog.

analog kuno merk leica
analog kuno merk leica

Walau generasi masa kini banyak yang tidak mengenalnya, tetapi jangan salah, selama puluhan tahun, kamera jenis ini sempat merajai dunia fotografi. Pada era peralihan dari kamera analog ke kamera digital, antara tahun 2000an,  banyak pameo yang berkembang jika kamera digital hanya untuk main-main dan kamera analog adalah untuk sang profesional. Walau pameo itu sudah luntur seiring semakin menciutnya komunitas pemakai kamera analog, tetapi kamera jenis ini haruslah dianggap sebagai sebuah lompatan besar umat manusia menuju kepada peradaban seni dan teknologi yang memukau.

Lantas apa ciri khusus kamera analog? Benar, film. Film merupakan bahan mutlak dalam mencetak gambar, untuk kasus kamera analaog. Dalam banyak kasus, film ini juga memiliki banyak nama, antara lain klise dan negatif. Bentuknya tipis, mirip seperti plastik, berwarna hitam atau coklat serta transparan. Film atau negatif biasa diproduksi dalam bentuk roll.

Ketika citra diambil melalui lensa, maka citra tersebut akan tercetak dalam film. Nantinya, film inilah yang akan diolah lebih lanjut untuk dapat dipindah ke atas kertas foto. Proses ini pada umumnya disebut pencucian foto.  Proses pencucian foto sangatlah rumit. Dibutuhkan kesabaran tingkat tinggi serta kejelian yang matang. Mengapa? Karena jika film atau negatif rusak, maka hilang sudah citra yang sudah diambil. Untuk lebih jelasnya akan diulas pada kesempatan mendatang.

Leica, memang luar binasa
Leica, memang luar binasa

Kembali ke kamera analog. Secara fisik, bentuknya tidak terlalu berbeda, hanya mungkin terlihat lebih kaku. Kamera ini terdiri dari tiga buah elemen utama, yakni elemen optikal (lensa), elemen kimia (film) dan elemen mekanik (mesin kamera). Karena memakai film sebagai media penyimpan citra, maka kamera ini membutuhkan jenis bukaan diafragma 1/f detik, agar cahaya yang ditangkap bisa diterima oleh film menjadi gambar.

analog yang cukup populer
analog yang cukup populer

Kamera jenis ini menjadi kamera standard, baik bagi mereka yang terjun di dunia fotografi jurnalistik, atau bagi mereka yang berkecimpung di dunia guide/wisata. Seiring dengan perkembangan jaman, kamera ini makin ditinggalkan, karena sistem pencucian gambarnya yang rumit, lama, merepotkan dan dianggap tidak efektif. Padahal, dibanding dengan kamera digital, kamera analog lebih bandel mesinnya. Cara membersihkan bagian dalam ataupun merakitnya juga tidak terlalu rumit.

Rumitnya mencuci film

cuci baju

oh salah, ternyata itu kegiatan mencuci baju, ini dia gambar yang bener terkait mencuci film

cuci

Itulah sekilas cerita mengenai kamera analaog. Di kesempatan berikutnya, kita akan membahas mengenai kamera polaroid dan  digital beserta varian-variannya. Sampai bertemu di edisi PCC berikutnya. Bagi anda yang merasa rubrik ini bermanfaat, silahkan beri komentar anda. Salam ouchziner!

Penulis : Eno Grovey

Editor : Tim Redaksi Ouchzine

Cover Girl at featured picture :Miia Watson Lautner