Mengungkap Hilangnya Anna Widyawati


Halo pembaca setia Ouchzine, bertemu kembali dengan saya dalam rubrik Selidik Kasus. Di sini, kalian bisa menikmati berbagai kisah petualangan saya yang sudah malang melintang di dunia kriminalitas. Untuk  edisi kedua ini, saya akan membeberkan sebuah kasus yang cukup menghebohkan keluarga konglomerat Hardjono, yakni mengenai hilangnya Anna Widyawati.

Kisah ini dimulai ketika pada suatu sore yang tenang, saya sedang termenung sendirian di kantor. Untuk membunuh bosan, maka saya melakukan sebuah kegiatan yang mampu me-refresh otak saya, tetapi tetap bernuansa intelek. Saya membaca majalah dewasa.

kapan bisa kawin sama yang beginian

kapan bisa kawin sama yang beginian

Ketika sampai pada halaman model-model membanggakan tanah air, telepon berdering. Dari ujung sana,  bapak Hardjono, pengusaha batu bara yang cukup ternama, menceritakan kasusnya. Dia berkata bahwa menantunya, Anna Widyawati hilang tiga hari yang lalu. Saya langsung bergerak cepat. Dengan naik bis kota, dalam waktu empat jam, saya sampai di kediaman keluarga Hardjono.

Dari sana saya disambut oleh Bapak Hardjono, Lukman, seorang gadis pelayan nan jelita,  dua orang bodyguard menakutkan bertubuh gempal, dan sepiring nasi goreng Hongkong lengkap dengan kopi Luwak yang terkenal itu. Sebenarnya saya tidak suka kopi, karena perut saya akan langsung bereaksi. Tetapi begitu tahu ini kopi mahal dan belum tentu dalam sepuluh siklus kehidupan nanti bisa menikmatinya, saya langsung menyantapnya.

Kemudian saya  memulai penyelidikan. Anna terakhir diketahui sedang di kamar bersama dengan Lukman Hardjono, pacar sekaligus anak tunggal dari Bapak Hardjono. Wanita seksi  berambut pirang itu sedang asyik membaca sebuah majalah. Lalu tiba-tiba dari dalam jendela, muncul dua orang perampok bersenjata yang masuk kekamar, melukai kening dari Lukman Hardjono, mengambil beberapa perhiasan yang ada di atas meja, dan kabur sambil menculik Anna.

Tiga hari kemudian, atau tepatnya pagi tadi, sang penculik mengatakan bahwa Anna tidak akan mungkin selamat. Mendengar itu, pertama-tama yang saya lakukan adalah menyelidiki tempat kejadian perkara, yakni di kamar Lukman. Sebagai sebuah kamar pria, tempat ini sungguh mencurigakan, karena tidak ada poster wanita telanjang. Sungguh mengherankan bila dibanding dengan kamar  saya.

Jendela kamar yang merupakan akses keluar masuk dari sang penculik juga tak luput dari pantauan saya. Serpihan kaca-kaca yang masih berserakan, dibiarkan tanpa disentuh. Juga masih ada bercak darah, yang katanya darah dari Anna, karena tergores bekas beling-beling jendela. Di atas meja, ada bagian yang sudah diberi tanda dengan kapur, yakni tempat terakhir perhiasan yang akhirnya digasak dua orang perampok.

“Bagaimana, Detektif? Apa sudah ada titik terang?”, Bapak Hardjono bertanya.

Mendengar itu, dahi saya langsung berkerut, mata sedikit mencekung serta wajah saya sedikit memerah. Kemudian saya langsung ijin ke toilet, sebelum sisa kopi dan nasi goreng tadi keluar di celana. Setelah puas dengan proses pembuangan sempurna saya, saya langsung menuju ke kerumunan keluarga Hardjono. Ternyata di sana sudah ada banyak sekali awak media. Mereka sedang menunggu komentar saya, detektif kenamaan yang sudah pernah memiliki pengalaman membantu Sherlock Holmes sebagai tukang kebun.

“Dengan sangat menyesal, saya harus mengatakan bahwa saya belum menemukan petunjuk yang berarti.” Kontan saja para awak media menjadi sedih. Ini tak lain karena mereka sangat kehilangan atas sosok Anna Widyawati, calon istri Lukman Hardjono yang hampir setiap hari menjadi bahan santapan infotaiment. Wajah Lukman dan Bapak Hardjono juga tertunduk, walau masih tampak tenang.

Begitu awak media pergi, kami bertiga berkumpul di ruang tengah. Lukman membuka suara memecah keheningan.

“Jadi Detektif Derry tidak bisa menemukan petunjuk? Berarti ini adalah kasus pertama yang tidak bisa dipecahkan oleh Detektif?”, katanya dengan pandangan sedikit menusuk.

Setelah menghembuskan asap rokok ke atas sambil terbatuk-batuk, saya pun membuka suara. “Andaikan saya berhasil mengungkapnya, pasti Mas Lukman akan sangat kecewa dan kerepotan, khan?”

“Apa maksud Detektif?” seru Lukman salah tingkah.

“Sudahlah Lukman, sejak sebelum engkau menjelaskan permasalahannya, Detektif Derry pasti sudah mengerti apa dan bagaimana semua ini. Justru kita harus berterima kasih atas bantuan Detektif Derry”, seru Bapak Hardjono.

“Tidak apa-apa Om, saya mengerti. Baiklah, kalau dek Lukman memaksa, saya akan menceritakan kemungkinan kronologisnya”.

“Kalian sedang melakukan sesuatu di kamar ini, lalu kemudian dua orang muncul, bukan dari luar jendela, melainkan dari luar kamar. Mereka masuk menggunakan pintu seperti biasa, dan mugkin membawa martil atau semacamnya. Mereka memecahkan kaca jendela dari dalam, lalu menyapu serpihan belingnya ke bagian luar jendela. Ada darah di jendela yang pecah, dan itu pasti bukan darah Anna. Mengapa? Karena saya tidak yakin anda tega pahanya tergores barang satu mikrometer pun. Setelah itu dua orang tadi, yakni kedua bodyguard anda mengambil beberapa perhiasan yang tidak penting dan meniggalkan sidik jari palsu di sana?”

“Jadi Detektif menuduh kami merekayasa penculikan Anna?” Lukman kaget.

“Bukan merekayasa, mungkin lebih tepatnya menyelamatkan Anna. Kalian takut masa lalu Anna yang kelam sebagai bintang film porno akan terungkap dan menjadi bulan-bulanan media, lalu kalian menyembunyikan Anna untuk selamanya. Setelah itu, mungkin kemudian Lukman akan menikah dengan pelayan yang seksi dan cantik itu. Andaikan dia berambut pirang, pasti ia akan nampak lebih cantik”.

Semua pun langsung bertepuk tangan. Kemudian setelah menyantap sup iga sapi dan air putih, saya difasilitasi oleh keluarga Hardjono untuk berlibur ke Bali selama tiga bulan, sampai Lukman menikah dengan Widya Hannawati. Pernikahan mereka mendapat sorotan publik, karena Widya ternyata adalah pelayan keluarga Hardjono.

Itulah misteri hilangnya Anna Widyawati alias Widya Hannawati, yang hingga kini belum ditemukan.  Sedang sampai sekarang saya masih mencari majalah dewasa yang saya tinggalkan di kantor. Mungkin majalah itu senasib dengan Anna, yang sebenarnya adalah bintang film favorit saya.

Hanna Widyawati

Hanna Widyawati

Sekian untuk rubrik Selidik Kasus kali ini, sampai berjumpa di edisi berikutnya. Ada yang mau membahas mengenai Anna Widyawati? Silahkan berkomen…

Iklan

Mengenal Jenis-Jenis Kamera (Bagian-1)


Photograph Coach Clinic

Dewasa ini, fotografi telah berkembang dengan sangat pesat. Jika dahulu kegiatan yang melibatkan potret-memotret ini cenderung dianggap sebagai sebuah kegiatan kaum berduit, maka sekarang semua orang bisa dengan mudah melakukannya. Hal ini tidak lain adalah karena semakin terjangkaunya harga kamera. Harga kamera yang terjangkau ternyata juga dibarengi oleh peningkatan kualitas serta variasi yang beragam.

Untuk edisi pertama dari PCC atau Photograph Coach Clinic ini, kita akan membahas mengenai barbagai jenis kamera yang ada di pasaran. Apa manfaat dari itu semua? Selain untuk menambah wawasan, mengetahui jenis dan spesifikasi kamera sangat penting, untuk menentukan kamera jenis mana yang sebaiknya anda beli.

Tapi sebelum itu, ada baiknya kita membahas mengenai orientasi dari kegiatan mengambil gambar yang ada di tengah masyarakat. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada uraian berikut:

Fotografi sebagai kegiatan komersil

Kegiatan fotografi jenis ini jelas berorientasi pada fee atau uang. Jangan salah, selain menyenangkan dan membuat anda tampak lebih trendy, foto hasil karya anda juga dapat menambah pundi-pundi uang saku anda. Di edisi lain, akan kita bahas foto seperti apa, situs mana serta bisnis fotografi apa yang mungkin bisa digeluti untuk menambah rupiah (atau bahkan dolar).

Fotografi sebagai hobi sampingan

Sudah hobi, sampingan pula. Maksudnya, kegiatan ini hanya untuk refreshing, alias membunuh jenuh. Banyak sekali anak muda yang menenteng Canon IOS atau Nikon keluaran terbaru tetapi lebih sering dikalungkan di leher daripada digunakan sesuai kodratnya, mengambil gambar. Ini tidaklah salah, justru dengan orientasi yang iseng-iseng berhadiah seperti ini, nantinya dunia fotografi akan berkembang. Mungkin bisa ditanyakan kepada tante Vica Rusmanovska di rubrik KCK, apakah jenis kamera juga mempengaruhi daya tarik seksual. Tapi saya rasa tidak terlalu.

Fotografi sebagai pelampiasan hasrat seni

Jikalau sudah berbicara masalah seni, maka akan sedikit kompleks. Ada yang rela menjelajah hutan Afrika, menyelam di kedalaman laut Pasifik, menelusuri Kutub Selatan atau mendaki puncak Bromo demi mendapat gambar yang bisa memuaskan dahaga dalam jiwanya. Lantas kemana gambarnya berlabuh? Mungkin ada yang mengirimnya ke forum fotografi, adapula yang menjualnya ke majalah, tetapi tidak sedikit yang hanya menyimpannya sendiri. Untuk alasan yang terakhir, maka orientasinya bisa digolongkan sebagai pelampiasan hasrat seni.

Nah itu tadi orientasi fotografi yang sudah kita bahas. Tentu penggolongan seperti di atas bukanlah sesuatu hal yang baku, melainkan lebih kepada upaya untuk memudahkan kita dalam mengenali orientasi para pengambil gambar.

Selanjutnya akan kita bahas mengenai jenis-jenis kamera yang ada di pasaran. Ada banyak sekali jenis kamera yang beredar dan membahasnya dalam satu artikel akan berpotensi membuat kita pening tanpa kita mendapat sesuatu yang bermanfaat.

Dilihat dari cara pengambilan gambar, kamera terbagi dalam tiga  golongan, yakni Analaog, polaroid  dan digital. Untuk itu, kali ini hanya akan dibahas kamera analog saja. Untuk kamera digital dan polaroid,  silahkan mengikuti rubrik ini selanjutnya, sambil memilihnya sebagai rubrik kesayangan anda di majalah online OUCHZINE, agar rubrik ini masih dianggap bermanfaat dan tidak di-remove oleh bapak Pemimpin redaksi (semoga Ja). Oke, langsung saja, pertama akan kita bahas jenis kamera analog.

analog kuno merk leica
analog kuno merk leica

Walau generasi masa kini banyak yang tidak mengenalnya, tetapi jangan salah, selama puluhan tahun, kamera jenis ini sempat merajai dunia fotografi. Pada era peralihan dari kamera analog ke kamera digital, antara tahun 2000an,  banyak pameo yang berkembang jika kamera digital hanya untuk main-main dan kamera analog adalah untuk sang profesional. Walau pameo itu sudah luntur seiring semakin menciutnya komunitas pemakai kamera analog, tetapi kamera jenis ini haruslah dianggap sebagai sebuah lompatan besar umat manusia menuju kepada peradaban seni dan teknologi yang memukau.

Lantas apa ciri khusus kamera analog? Benar, film. Film merupakan bahan mutlak dalam mencetak gambar, untuk kasus kamera analaog. Dalam banyak kasus, film ini juga memiliki banyak nama, antara lain klise dan negatif. Bentuknya tipis, mirip seperti plastik, berwarna hitam atau coklat serta transparan. Film atau negatif biasa diproduksi dalam bentuk roll.

Ketika citra diambil melalui lensa, maka citra tersebut akan tercetak dalam film. Nantinya, film inilah yang akan diolah lebih lanjut untuk dapat dipindah ke atas kertas foto. Proses ini pada umumnya disebut pencucian foto.  Proses pencucian foto sangatlah rumit. Dibutuhkan kesabaran tingkat tinggi serta kejelian yang matang. Mengapa? Karena jika film atau negatif rusak, maka hilang sudah citra yang sudah diambil. Untuk lebih jelasnya akan diulas pada kesempatan mendatang.

Leica, memang luar binasa
Leica, memang luar binasa

Kembali ke kamera analog. Secara fisik, bentuknya tidak terlalu berbeda, hanya mungkin terlihat lebih kaku. Kamera ini terdiri dari tiga buah elemen utama, yakni elemen optikal (lensa), elemen kimia (film) dan elemen mekanik (mesin kamera). Karena memakai film sebagai media penyimpan citra, maka kamera ini membutuhkan jenis bukaan diafragma 1/f detik, agar cahaya yang ditangkap bisa diterima oleh film menjadi gambar.

analog yang cukup populer
analog yang cukup populer

Kamera jenis ini menjadi kamera standard, baik bagi mereka yang terjun di dunia fotografi jurnalistik, atau bagi mereka yang berkecimpung di dunia guide/wisata. Seiring dengan perkembangan jaman, kamera ini makin ditinggalkan, karena sistem pencucian gambarnya yang rumit, lama, merepotkan dan dianggap tidak efektif. Padahal, dibanding dengan kamera digital, kamera analog lebih bandel mesinnya. Cara membersihkan bagian dalam ataupun merakitnya juga tidak terlalu rumit.

Rumitnya mencuci film

cuci baju

oh salah, ternyata itu kegiatan mencuci baju, ini dia gambar yang bener terkait mencuci film

cuci

Itulah sekilas cerita mengenai kamera analaog. Di kesempatan berikutnya, kita akan membahas mengenai kamera polaroid dan  digital beserta varian-variannya. Sampai bertemu di edisi PCC berikutnya. Bagi anda yang merasa rubrik ini bermanfaat, silahkan beri komentar anda. Salam ouchziner!

Penulis : Eno Grovey

Editor : Tim Redaksi Ouchzine

Cover Girl at featured picture :Miia Watson Lautner

HAL-HAL YANG SEBAIKNYA TIDAK KAMU LAKUKAN KETIKA MUSIM HUJAN


 

Asik, turun hujan. Udara yang tadinya gerah dan panas langsung disulap menjadi sejuk dan segar. Apalagi kalau hujannya sambil hujan uang kertas seratus ribuan, pasti makin menyejukkan jiwa. Tapi ternyata, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan ketika hujan. Berikut ada beberapa hal yang sebaiknya kamu hindari ketika hujan.

1.       Pesta Barbeque

Pesta barbeque memang sangat menyenangkan, tapi pesta barbeque di tengah guyuran hujan, apalagi hujan badai yang disertai gemuruh petir nan cetar membahana? Kayaknya enggak deh. Selain ga mungkin barbeque kamu matang, bisa-bisa kamu bakal dikira segerombolan pasien rumah sakit jiwa yang baru saja kabur.

2.        Melahirkan

Ini khusus buat yang cewek. Cowok juga boleh kalau emang merasa bisa melahirkan. Mentang-mentang kamu bisa bahasa Inggris dan penggemar berat artis tampan  asal Korea, Rain, lantas kamu pengen anak kamu seperti dia? Ga bakal deh. Yah ada begitu anak kamu lahir, dia bakal berusaha lari dan melaporkan kamu ke komnas HAM. Orang tua macam apa kamu ini, ckckckc.

 

3.       Menjemur kerupuk

Bukan hanya kerupuk, ikan asin, pakaian atau menjemur diri juga tidak disarankan ketika hujan. Selain tidak mungkin kering, justru kamu akan dikira terlalu asik nonton Teletubbies dan sinetron Indosiar di dalam rumah sampai ada hujan, kerupuk dan ikan asin kamu lupa kamu tiriskan, eh sori masukkan.

 

4.       Main layang-layang

Kecuali kamu memiliki layang-layang buatan makhluk planet Merkurius, lebih baik jangan bermain layangan ketika hujan. Kenapa? Karena yang ada layangan kamu bakal basah terus robek deh. Masih untung robek, kalau kamu kesamber petir gimana? Ga bisa baca artikel gokil dari Ouchzine lagi donk? Nyesel lo entar, J

Itu dia beberapa hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan ketika hujan. Ada tambahin? Langsung aja komen. Eits, tapi jangan sambil hujan-hujanan ya.